Ada Ibu di belakang Pria@Lelaki yang berhasil/Berjaya

My beloved Family Members

Hampir berberapa tahun saya mengambil waktu, untuk saya memulakan blog saya sendiri,seperti yang anda baca sekarang ini,kerana sebelum ini saya kurang berkeyakinan terhadap kebolehan diri saya sendiri.Begitu ramai yang terlibat memberi sokongan dan support buat saya,dan yang saya hargai sebagai ungkapan cinta kasih mereka.

Rasa terima kasih saya yang tak terhingga kepada suami dan teman hidup saya Dr Affendi Bin Dr Ahmad dan teruntuk putera-putera dan puteri saya atas cinta dan dukungan mereka yang tanpa bersyarat (Unconditional Love to me :D) .

My Two Boys

My Beloved Heroes....

Ucapan terima kasih juga saya tujukan kepada abang Hadi,adik saya Ainul,Azizi Ismail,Dr Zulkornaian,Syed Yazrine Alsahab,Lee Hui Hui,Jasmin Ahmad & Suami,Emilya Salma & Suami(Yusof),Ahmad Faeiz (Sahabat),Alib Abdul Muthalib & Isteri Kak Irena (Motivator) & Dr Ali Ridho & Isteri Kak Arik.Tanpa dedikasi,semangat dan kerja keras,saya tidak mungkin ada keberanian untuk menulis blog ini.

Disamping itu, saya sangat terhutang terima kasih kepada semua teman saudara linkungan yang percaya,meminta saya membantu mereka,dalam hal-hal yang sama-sama ingin maju kedepan menjadi insan yang hebat dan saling berbagi,tak lupa juga mengilhamkan saya dengan idea-idea mereka.Saya menemukan dan memperolehi banyak kemurahan dan kebaikan.Daftar nama mereka akan sangat panjang untuk saya sebut disini.Kepada merekalah,saya secara peribadi memberi ucapan terima kasih dengan tulus. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Tujuan saya menulis curahan hati saya tentang bagaimana & apa yang membuatkan seorang lelaki itu berjaya dalam hidup mereka sebelum mereka menemui pasangan hidup mereka yang bergelar isteri. (Yang saling melengkapi).

Saya sangat ingin untuk mengintip ke dalam hidup lelaki yang berjaya? Ada rasa ingin tahu yang tersangat tinggi dalam diri saya.Bagaimana dan apa yang ibu mereka tanam, adalah benih Succes sewaktu mereka kanak-kanak.

Have you ever wished for a peek into the lives of sucessfull man?I have.There is a burning curiosity in me to know what makes them tough?How did they become so outstanding?What were they like as children.What people most influenced their development and success?

“Im all alone,and I am losing control of my sons.They fight constantly…I don’t know how my sons will grow up to be well adjusted men without a man in the house!’ (Dulu saya sering berkata begini pada diri saya kerana suami saya sebagai seorang Dr kerajaan memang jarang ada dirumah kerna sering dihospital).

“However,I will never give up.I am sure that my sons will grow up to be a fine men with oustanding qualities,its harder to raise children alone,but it can be done.”. It is possible to shape my unruly boys into men of dignity and strength.

Contoh seperti Suami Saya Dr Affendi dan 4 lagi adik-adiknya Dr Asnawi,Dr Azrina dan Dr Ida@bekerja dan berada di Australia. Mereka dibesar kan oleh ibunya sehingga semuanya berjaya menjadi seorang doktor.Suami saya kehilangan ayahnya (meninggal) semenjak berusia 10tahun.

Suami saya sering mengakui ia adalah satu tugas yang sukar bagi “ibu tua yang miskin”. My husband often admit this was a tough task for “poor old Mom”.As a young boys,their strong wills were like a hard soil,unyeilding in the hands of a tiller.Their stubborn rebellion was kept in check with their mothers’ blood,sweat and tears.But inspite of these difficulties,his mothers’ never quit.

Sebagai seorang lelaki muda, yang punya keinginan yang kuat seumpama tanah & tidak akan berganjak.Kedegilan,dan karektor suka memberontak apabila tidak dapat apa yang diinginkan,berada dalam  peluh ibu mereka, dan tangisan.Tetapi walaupun kesukaran ini, ibu mereka tidak pernah berhenti atau mengeluh untuk membesarkan anak-anaknya.Ibu mengasuh,disiplin,kasih sayang.Ibu tidak pernah memikirkan diri sendiri sacrifised akan keselesaan peribadi dan berdedikasi hanya untuk membantu anak lelaki mereka menjadi orang-orang yang bermaruah dan kuat.

How can mothers help rambunctious little boys grow up to be well-adjusted adults? What kind of goals should they have for raising their sons? Are there  skills mothers can learn that will make child rearing more enjoyable?

Saya akui saya bukan begitu pintar dalam mengasuh anak-anak saya,tapi saya sangat yakin dan percaya “No child was beyond the reach of God’s Love.

We (Me and Husband) have discovered over the years that there is no hard and fast rule that works for every child.They are all individuals.So each day we pray for wisdom to know how to help each child of mine in the best possible way.

Selama bertahun-tahun ini saya telah menemukan bahawa tidak ada aturan keras dan cepat yang berkesan untuk setiap anak,kerana anak-anak saya adalah individu yang punya keunikan tersendiri.(Contoh seperti ulat bulu,yang sering dianggap jelek  atau menganggu,tetapi setelah melalui proses metamoforsis .Ulat bulu bertukar menjadi kupu-kupa yang indah).Setiap hari saya dan suami berdoa untuk hikmat petunjuk dari Tuhan, mengetahui bagaimana membantu setiap anak-anak kami mengasuh/mendidik anak-anak kami yang terbaik mungkin.

We are consistent with discipline.Our children we never told them God won’t love them if they are bad.We say, “God will always love.He’s hurt when you’re bad,and we’re hurt,but we still love you”.

Kami konsisten dengan mendisplinkan anak-anak kami. Kami tidak pernah memberitahu anak-anak kami bahawa Allah tidak akan mencintai mereka jika mereka tidak baik. Kami selalu berkata kepada anak-anak kami, “Tuhan akan selalu sayang kamu.Dia akan sangat sedih ketika kamu sedang berkelakuan buruk, dan juga mama dan baba akan terluka, tapi kami masih dan tetap menyayangi kamu anak-anaku “.

We have found we must take time to listen to our children when they want to speak. It might be at midnight after a very hard day or when we feel too busy to listen,but we must listen.Our children usually don’t want to speak when it is convenient for us.

Kami telah menemukan bahawa kita harus mengambil waktu untuk mendengarkan anak-anak kita ketika mereka ingin berbicara. Mungkin pada tengah malam setelah hari yang sangat letih buat kita atau ketika kita merasa terlalu sibuk untuk mendengarkan, tapi kita harus belajar mendengar luahan hati mereka.Contoh anak-anak kami biasanya tidak mahu berbicara ketika kami dalam kondisi nyaman atau senang.

What was our secret?How we able to handle our active 2 sons and beloved baby Rina and still maintain my sanity?Here are some of the tools I used as a mother. (Does’nt mean it is suitable to others…just sharing )

Saya kongsi sedikit rahsia

  • I maintained a strict schedule in my room and school,and was orderly and methodical in handling daily activities.
  • Our children were taught the importance of confession,I did not inflict punishment,but praised our children for their honesty.
  • I always rewarded obedience.
  • When it was necesarry to discipline my children, I am mild and kind but very consistent.I never allowed their crying to manipulate me.
  • Loudness was not permitted in the house.
  • Respect for one another is a must.None of my children is permitted to invade the property of a brother or sister in the slightest.
  • All promises made had to be kept.
  • I do not allow my children to leave home without permission.
  • Weekly conferences were held with each child, and I treated each them according to their individuals temperaments.I spent two uninterrupted hours every Thursday evening especially with Adian Uziel (2nd son’s).
  • Religious exercise were given to our 2 sons morning and night.Both of them I taught to pray, and it is repeated each morning and evening (5 times a day).

Undoubtedly I had a bad day at times and made royal mistakes just like the rest of us but I am still consistantly learning to be a good mother to my loving children…

bersambung….(23 June 2011)

Tarikh 8 Jan 2012

Alhamdullilah saya di beri umur yang panjang untuk saya sama-sama berkongsi tentang bagaimana saya sekarang ini sedang dalam usaha untuk mendidik anak lelaki saya,semoga mereka mempunyai peribadi yang luar biasa Hebat!.

Perkembangan Anak-anak yang berusia 4 – 6 Tahun.

Amiel Hakim tahun ini akan berusia 6 tahun dan Aidan Uziel 4 tahun.

Fasa ini boleh bertahan hanya beberapa bulan, tetapi secara umumnya ia menjangkau selama 2 tahun.The hostility and stubborn defiance of the anal period gives way to feelings of warmth and tenderness towards parents.Amiel and Aidan become much more agreeable.Walau bagaimanapun, terdapat pengecualian.Anak saya Aidan bersikap tegas, ada sifat keangkuhan, suka bercakap kuat dan memprovokasi (bagi saya ini sangat normal bagi anak-anak yang berusia sekitar 4 tahun).Saya sebagai ibu harus bersikap tegas untuk membimbing & membentuk kearah yang positif.

However,that there is a partial exception for for years old.Aidan notes that assertiveness,cockiness,loud talk and provoking are often common around four and require a firm hand from parents.

Berbeza dengan Amiel Hakim.Terdapat banyak perubahan emosi yang saya lihat anak lelaki yang berumur selepas 6 tahun. Amiel lebih suka berdikari dan tidak sabar dengan ibu bapa, dan rakan-rakan mereka mula membentuk apa yang dikatakan dan lakukan.,,dan memberontak.

He become more independent and impatient with the parents,and their peers begin to shape what he is said and do.At this age this is the time in life when little boys become rabble-rousers.

That is the reason why, I have to built structure of Firmness. For example I will say this to my sons ” Amiel Hakim,there are rules in this house.There are certain things that you can do and certain things that you cannot do”. Mama will not let you hurt yourself,me or anyone else.During the latency period, 3 words are vitally important: STRUCTURE,LIMITS and CONTROL.I must set up a structure for my little boy.The Structure must have limits and the limits must be backed by Control. Amiel Hakim in the latency period must learn to cooperate with several primary institution: The Home,The School and The Surau (mosque).This means he will obey whether he like it or not because he is not mature enough to make decision about his own health,welfare or safety.

What do I mean by structure?

When a house is constructed,the builder must first form the Framework to which the rest of the materials are attached.This frame becomes the basic structure of the house.

How does this apply to raising a boy?As a mother,I am in the business of shaping my boys lives. It is necessary for me to provide basic structure for their daily routines.Primary concerns are the boy’s physical,emotional and spiritual welfare.Once a structure is formed, we rarely change it because other parts of the home depend on its continuity. Let me share an example of a structure for Amiel Hakim and Aidan Uziel.

* Every morning they gets up at a certain time and eats breakfast.

*They go to school and reports home after school.

*They straightens their room when they get home from school and than has a snack.There is a certain time for snacks.It does not drag out through the afternoon so I do not have many messes to clean.

*Chores and homework may be done before dinner.

*They both must eat dinner with family at a designated time.

*Bedtime is always the same (except for special occasions).

* They both are expected to follow Rules of Cleanliness and Neatness.

*Mon & Thursday, they are required to attend to Surau/Mosque (if the Father or myself going),whether they both like it or not.

*They may choose to be involve in other activities (charity,surau or mosque activities if they both desires)..

Honestly, I strictly guarded the above and I will not bend to my sons defiance especially if my husband (father) usually absent,my 2 sons need the structure even more. Yes…my sons will moan and groan about structure and frequently act out against it,but I will not change it to fit the whims of my sons….:D

To be continue….

Precious Gift

My Precious Gift....Beloved Children Amiel Hakim Ahmad,Adian Uziel Ahmad & Baby Ainun Hanifah Yulizarina

5 Comments

June 23, 2011 · 13:22

5 responses to “Ada Ibu di belakang Pria@Lelaki yang berhasil/Berjaya

  1. azriahmad74

    memang betul…walaupun bagaimanapun asas asas agama yg awal adalah penting untuk mencorak keluarga yg bahagia.tak semestinya apa yg kita hendak itu dapat.Tak semestinya apa yg kita jangka itu akan berlaku.balik semula kepada asas agama…..nescaya….tulang belakang suami bukan sahaja si isteri…bahkan kedua dua nya di perlukan juga.Bagaimana pula dengan anak…? apakah anak anak bukan tulang belakang keluarga..?

    • Salam Cik Azriah,
      Terima kasih atas saranan anda.Kalau menurut saya Cik/Pn Azriah…anak-anak saya masih kecil sekitar umur 5,3 dan setahun.(Golden Age before they reach 7years) this is the best time to mold and groom them..:D.
      Saya sedang mempersiapkan mereka untuk menjadi pencetus generasi kedepan.”Lets make Malaysian Strong from Home” .
      What I really want my kids to focus is, on asking themselve how they can serve humanity,and asking themself what are their (my children) unique talents are. Because I always believe each of my children have a unique talent that no one else has,and they have a special way of expressing that talent,and no one else has.I am positively sure that my children will end up going to the best school,getting the best grades,and even in college,my kids are unique in that they will be financial self-sufficient,because they are focus on what they are here to give.This then is the law of Dharma.
      (I set postive objective for my children@Neuro-Linguistic Prog (NLP)).Remain positive all day long ….for no reason. This is emotionally unnatural! pun tak boleh juga,kena ada objective. Than above all is Prayers@doa smoga apa yg dirancangkan mendapat redho dari Allah swt.Illahi Anta Maksudi Waridhoka Matlubi Ya Allah hanya Engkau yang aku maksud RidhoMu yang aku tuntut.

      Buat masa ini focus saya menyelidiki tentang kejayaan seorang anak lelaki yg tulang belakangnya dari ibu based on my hubby personal life not theory…berbeza pula dengan saya, I came from a broken family, my parents divorce when I was 4years old.(sebelum saya berhenti bekerja, saya adalah tulang belakang ibu saya)dan ini baru bahagian pertama ada sambungannya….sabar ya untuk cerita selanjutnya…ia pasti menjurus kepada “anak sebagai tulang belakang keluarga” & insyallah akan terjawab persoalan Cik/Pn Azriah.Smoga jawapan saya tidak ada yang mengecewakan….: )

  2. Sekarang ini Suami saya sedang berusaha untuk membalas kembali jasa ibunya…:D.
    Setiap kebaikan atau kejahatan tetap ada pembalasannya. The Law of “Karma” or Cause & Effect. Every action a force of energy that returns to us in like kind…what we sow is what we reap. And when we choose actions that bring happiness & success to others,the fruit of karma is happiness & succes….
    Setiap tindakan kita menghasilkan kekuatan energi yg akan kembali kepada kita dalam bentuk kebaikan atau sebaliknya … apa yang kita tanam adalah apa yg kita akan menuai.Apabila kita memilih tindakan yang membawa kebahagiaan & kesuksesan kpd org lain, hasilnya adalah kebahagiaan & kesuksesan juga yg kita dapat.

  3. Lee Hui Hui

    Hello Lina, well written esp on tips on raising children and bringing up a great family. Keep writing.

  4. Thanks Hui Hui……:D…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s