Memahami Kondisi Meditasi

Memahami kondisi meditasi

Meditasi ialah kondisi fikiran yang terfokus pada suatu objek sehingga menjadi tenang dan terpusat.

Meditasi bertujuan untuk mengendalikan dan menguatkan fikiran. Fikiran sama seperti “otot”. Perlu latihan yang cukup untuk membuat p\fikiran menjadi kuat. Fikiran dilatih dengan cara menfokuskan pikiran pada suatu objek.

Objek yang digunakan biasanya ialah pernafasan. Semakin sering kita berlatih, maka semakin kuat “otot-otot” pikiran kita. Kuatnya “otot” pikiran membuat kita mampu mengendalikan pikiran kita untuk konsentrasi dalam memegang objek dan pikiran tidak kemana-mana.

Di dalam meditasi diperlukan tidak saja upaya, melainkan keprasahan dan keikhlasan. Semakin kita bernafsu untuk rileks maka semakin tidak bisa. Ini disbabkan karena ” Bila berhubungan dengan pikiran bawah sadar dan fungsi-fungsinya, semakin besar upaya sadar yang dilakukan, semakin kecil respon pikiran bawah sadar.” Kondisi meditasi yang aktif disini ialah gelombang alfa, theta, dan atau tanpa delta. Dan merupakan kondisi relaksasi mental yang dalam. Untuk mengukur kedalam relaksasi pikiran dan fisik saat meditasi kita menggunakan “Subjective Landmark”. Cara membaca Subjective Landmark ialah dengan melihat level, pengalaman/sensasi subjektif. Semakin besar angkanya berarti semakin dalam.Level dimulai dari 0 – 6. Anda dapat menggunakan subjective Landmark ini untuk mengukur tingkat kedalaman relaksasi mental dan pikiran saat anda bermeditasi.

Berikut adalah Subjective Landmark :

Level 0

Pengalaman/Sensasi Subjektif

  1.  Mungkin merasa kesulitan mengendalikan pikiran atau pikiran meloncat kesana kemari tidak terkendali.
  2.  Perasaan gatal, tidak fokus, tidak perhatian
  3. • Perasaan “Mengapa saya melakukan hal ini?”
  4.  Mulai rileks
  5.  Perasaan mulai tenang

Pengalaman/Sensasi Subjektif

Level 1

  1. Kondisi “kabur”
  2.  Perasaan kurang nyaman
  3.  Sensasi seperti orang yang dibius/ dianestesi
  4.  Pikiran dipenuhi kegiatan sehari-hari – sebagai penghindaran terhadap keheningan dalam diri.
  5.  kadang merasa pusing •
  6. Perasaan akan energi yang tercerai berai
  7. Sensasi hanyut menuju tidur/ tertarik keluar dari tidur

Level 2

Pengalaman/Sensasi Subjektif

  1.  Energi yang tercerai berai mulai menyatu
  2.  Mulai merasakan ketenangan dan relaksasi
  3.  Gambar mental yang sangat jelas muncul secara tiba-tiba
  4.  Kilas balik kenangan masa kecil
  5.  Gamabaran dari masa lalu yang “lama” dan “baru”
  6.  Perhatian tidak terlalu terpusat
  7.  Perasaan berada di antara 2 kondisi

Kondisi transisi Level 3

Pengalaman/sensasi subjektif

  1.  Perasaan stabil yang lebih kuat
  2.  Kondisi yang pasti
  3.  Sensasi tubuh yang menyenangkan :merasa mengapung, ringan, bergerak, berguncang
  4.  Gerakan ritmik yang muncul sesekali
  5.  gambar yang semakin banyak dan semakin jelas
  6.  Meningkatnya kemampuan mengikuti imajinasi terbimbing

Level 4

Pengalaman/sensasi subjective

  1.  Kesadaran yang sangat kuat terhadap pernapasan
  2.  Kesadaran yang sangat kuat terhadap detak jantung, peredaran darah, dan sensasi tubuh lainnya.
  3.  Perasaan kehilangan batas-batas tubuh(tidak lagi merasakan keberadaan tubuh fisik)
  4.  Perasaan mati rasa di tungkai (lengan dan kaki)
  5.  Perasaan diri dipenuhi oleh udara
  6.  Perasaan tubuh menjadi sangat besar atau sangat kecil
  7.  Perasaan tubuh menjadi sangat berat atau sangat ringan. Kadang berpindah antara kesadaran eksternal dan kesadaran internal

Level 5

Pengalaman/sensasi subjektif

  1.  Kondisi kesadaran yang sangat tinggi
  2.  Perasaan puas yang mendalam
  3.  sangat sadar, tenang, tidak melekat/terpisah dari keadaan sekeliling
  4.  Perasaan “lepas” dari lingkungan atau tubuh
  5.  Bila menginginkan maka gambaran mental yang muncul sangat sangat jelas
  6. Perasaan kondisi kesadaran yang meningkat, yang tidak terdapat pada level sebelumnya (0-4)
  7.  Perasaan pengalaman puncak, luar biasa, pengalaman “a-ha”, pemahaman intuitif Kinerja tinggi

Level 6

Pengalaman/sensasi subjektif

  1.  Cara baru(berbeda) dalam merasakan sesuatu
  2. Pemahaman intuitif terhadap masalah sebelumnya, seakan melihat dengan level kesadaran yang lebih tinggi
  3.  Sensasi dikelilingi oleh cahaya
  4.  Perasaan kesadaran spiritual yang lebih tinggi
  5.  Sensasi semuanya tidaklah penting selain kondisi yang dialami saat itu
  6. Mengalami kebahagiaan yang luar biasa
  7.  Mengalami ketenangan yang tak terlukiskan
  8. Perasaan akan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai alam semesta.

Pembaca, inilah artikel yang bisa saya sampaikan. Anda dapat menggunakan skala ini untuk mengukur tingkat kedalam anda saat bermeditasi.

Semoga artikel ini bermanfaat dan semoga pembaca merasakan manfaat bermeditasi yang luar biasa… Semoga semua manusia damai tenang & berbahagia.

Leave a comment

Filed under Health

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s